Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label renungan. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Agustus 2009

Kumpulan Tips Motivasi Mario Teguh

feature photo

Anda pasti kenal dengan Mario Teguh sang Inspirator yang wajahnya sering menghiasi salah satu TV swasta di Jakarta, dan juga seorang bergerak di bidang Bussiness Efectiveness Consultant. Selain wajahnya yang teduh sekaligus pembawaannya dalam menyampaikan yang khas. Tentu yang takkan pernah terlupakan adalah tips dan motivasinya. Berikut ini adalah Tips Motivasi dari Mario Teguh mudah-mudahan menjadi pemompa semangat bagi kita yang ingin maju.

Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan
bila anda sedang takut, jangan terlalu takut.
Karena keseimbangan sikap adalah penentu
ketepatan perjalanan kesuksesan anda

Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita
adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba
itulah kita menemukan dan belajar membangun
kesempatan untuk berhasil

Anda hanya dekat dengan mereka yang anda
sukai. Dan seringkali anda menghindari orang
yang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialah
Anda akan mengenal sudut pandang yang baru

Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi
pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus
belajar, akan menjadi pemilik masa depan

Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi
pencapaian kecemerlangan hidup yang di
idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa
kesenangan adalah cara gembira menuju
kegagalan

Jangan menolak perubahan hanya karena anda
takut kehilangan yang telah dimiliki, karena
dengannya anda merendahkan nilai yang bisa
anda capai melalui perubahan itu

Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila
anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara
lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila
cara-cara anda baru

Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan.
Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap
anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong
bila sikap anda salah

Orang lanjut usia yang berorientasi pada
kesempatan adalah orang muda yang tidak
pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi
pada keamanan, telah menua sejak muda

Hanya orang takut yang bisa berani, karena
keberanian adalah melakukan sesuatu yang
ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan
punya kesempatan untuk bersikap berani

Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan
stress adalah kemampuan memilih pikiran yang
tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang
anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.

Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui
mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan
tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan
yang kemudian anda dapat

Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara
kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku
seperti orang yang terus memeras jerami untuk
mendapatkan santan

Bila anda belum menemkan pekerjaan yang sesuai
dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan
anda sekarang. Anda akan tampil secemerlang
yang berbakat

Kita lebih menghormati orang miskin yang berani
daripada orang kaya yang penakut. Karena
sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa
depan yang akan mereka capai

Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita
ketahui, kapankah kita akan mendapat
pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum
kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan

Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin.
Dengan mencoba sesuatu yang tidak
mungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik
dari yang mungkin anda capai.

Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup
adalah membiarkan pikiran yang cemerlang
menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang
mendahulukan istirahat sebelum lelah.

Bila anda mencari uang, anda akan dipaksa
mengupayakan pelayanan yang terbaik.
Tetapi jika anda mengutamakan pelayanan yang
baik, maka andalah yang akan dicari uang

Waktu ,mengubah semua hal, kecuali kita. Kita
mungkin menua dengan berjalanannya waktu,
tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus
mengubah diri kita sendiri

Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk
melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadi
orang tua yang masih melakukan sesuatu yang
seharusnya dilakukan saat muda.

Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat
berharga. Memilik waktu tidak menjadikan kita
kaya, tetapi menggunakannya dengan baik
adalah sumber dari semua kekayaan

Kamis, 13 Agustus 2009

Ambivalensi.....

Jika ada seorang hamba yang begitu gigih memberi semangat 'tuk rekan-rekannya dalam mengarungi permasalahan hidup padahal hamba itu juga sedang mengalaminya bahkan lebih parah ketimbang rekannya.
Maka itu adalah aku..
Why..??
Aku sendiri belum mengerti kenapa dan bagaimana bisa..
Yang aku tau..
Sering kali aku merasa “munafik” dengan semua kondisi yang Ambivalen itu..
Saat aku mem-bisakan diri menjadi tempat bersandar bagi orang lain disaat aku sendiri begitu butuh penopang,
Saat aku mem-bisakan diri bersikap bijak menghadapi permasalahan orang lain disaat aku sendiri belum bisa berbuat apa-apa untuk masalah ku sendiri
Disaat aku mem-bisakan diri menenangkan orang lain justru disaat aku sendiri rusuh dan kebingungan.
Saat aku harus terlihat tetap tersenyum padahal sedang berurai air mata..
Saat aku harus tetap nampak kuat padahal aku sedang begitu rapuhnya,
Saat aku harus bisa membuat orang lain tetap bersemangat sedangkan aku sendiri untuk menegakkan wajah pun hampir tak mampu..
Disaat..
Disaat..
Dan banyak disaat-saat yang lain nya..

But Well..
Aku harus bijaksana ( tepatnya berusaha bijak lagi) untuk melihat Kondisi tersebut dari sudut pandang yang lain..
Tidak Perlu lagi Bertengkar dengan diri sendiri untuk Menolak keberadaan Si Ambivalen..
Aku pikir..
Memiliki Jiwa yang Ambivalensi bukanlah suatu hal yang Buruk..
Bukankah itu juga merupakan Karunia??
Ia Fitrah..
Karna ia adalah Hukum Kesetimbangan-NYA
Bukan kan kah dinamakan Manusia sebab ia memiliki Potensi yang Positif dan Negatif..??
Adalah luar Biasa ketika kita mampu tetap tersenyum dalam Duka..
Adalah luar biasa saat kita mampu nampak kuat saat dalam cobaan,
Adalah luar biasa saat kita mampu tetap tegak saat kita dalam ujian,
Bukan kah di balik Ambivalensi itu terletak “Keromantisan” ALLAH dalam menghibur kita??
Memberi kita kebahagian dengan membuat orang lain bahagia,
Memberi kita kekuatan dengan kita menguatkan orang lain,
Memberi kita semangat dengan kita menyemangati orang lain..
Lihat lah..
Betapa indah cara ALLAH menolong kita keluar dari Permasalahan..
Bukan kah itu berarti ALLAH ingin Mengajar kita untuk tidak Egois..??
Agar kita tidak menjadi manusia yg hanya terpaku pada permasalahan sendiri,
Dan merasa berat menanggungnya sendiri..
Sekali lagi lihat lah si Ambivalen itu dari sudut yang lain..
Dan fahamilah..
Bahwa ALLAH memberi kan nya untuk kita sebagai karunia Kesetimbangan Jiwa..

Note:
Ambivalensi : perasaan tidak sadar yang saling bertentangan terhadap situasi yang sama atau terhadap seseorang pada waktu yang sama.

FABIAYYIALA IROBBIKUMA TUKAZZIBAN..
Maka Nikmat TUHAN kamu yang manakah yang kamu Dustakan..??!!

Kamis, 06 Agustus 2009

Renungan untuk SUAMI dan ISTRI...

Untuk Suami
(Sebuah Syair Renungan Singkat Bagi Laki-laki)

Pernikahan atau perkawinan, Menyingkap tabir
rahasia.

Istri yang kamu nikahi,
Tidaklah semulia Khadijah,
Tidaklah setaqwa Aisyah,
Pun tidak setabah Fatimah.

Justru Istrimu hanyalah wanita akhir zaman,
Yang punya cita-cita, menjadi solehah...

Pernikahan atau perkawinan, mengajar kita
kewajiban bersama.
Istri menjadi tanah, kamu langit penaungnya,
Istri ladang tanaman, kamu pemagarnya,
Istri kiasan ternakan, kamu gembalanya,
Istri adalah murid, kamu mursyidnya,
Istri bagaikan anak kecil, kamu tempat bermanjanya.

Saat Istri menjadi madu, kamu teguklah sepuasnya,
Seketika Istri menjadi racun, kamulah penawar bisanya,
Seandainya Istri tulang yang bengkok, berhatilah meluruskannya.

Pernikahan atau perkawinan, menginsyafkan kita
perlunya iman dan taqwa.

Untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah Swt.,
Karena memiliki Isteri yang tak sehebat mana,
Justru kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Rasulullah, pun bukanlah Sayyidina Ali
Karamallahhuwajhah,
Cuma suami akhir zaman, yang berusaha menjadi soleh...


Untuk Istri
(Sebuah Syair Renungan Singkat Bagi Wanita)

Pernikahan atau perkawinan, Membuka tabir rahasia.

Suami yang menikahi kamu,
Tidaklah semulia Muhammad Saw.,
Tidaklah setaqwa Ibrahim,
Pun tidak setabah Ayyub,
Atau pun segagah Musa,
Apalagi setampan Yusuf.

Justru suamimu hanyalah pria akhir zaman,
Yang punya cita-cita, Membangun keturunan yang soleh .......

Pernikahan atau perkawinan, mengajar kita kewajiban bersama.

Suami menjadi pelindung, kamu penghuninya,
Suami adalah nahkoda kapal, kamu navigatornya,
Suami bagaikan balita yang nakal, kamu adalah penuntun kenakalannya,
Saat Suami menjadi raja, kamu nikmati anggur singgasananya,
Seketika Suami menjadi bisa, kamulah penawar obatnya,
Seandainya Suami masinis yang lancang, sabarlah
memperingatkannya. .

Pernikahan ataupun Perkawinan, mengajarkan kita
perlunya iman dan taqwa,

Untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah Swt.,
Karena memiliki suami yang tak segagah mana,
Justru Kamu akan tersentak dari alpa,
Kamu bukanlah Khadijah, yang begitu sempurna di dalam menjaga,
Pun bukanlah Hajar, yang begitu setia dalam sengsara,
Cuma wanita akhir zaman, yang berusaha menjadi solehah.....